Makalah Filsafat Agama
MODEL PEMIKIRAN KETUHANAN MISTIK KRISTEN
KATOLIK / PROTESTAN DAN HINDU
KATOLIK / PROTESTAN DAN HINDU
Disusun Oleh:
ALI HANAFIA
NIM: 311102998
JURUSAN AQIDAH DAN FILSAFAT
FAKULTAS USHULUDDIN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
DARUSSALAM-BANDA ACEH
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembahasan tentang konsep ketuhanan merupakan pembahasan pokok dan inti dalam setiap agama, sedangkan persoalan-persoalan lain dibicarakan kemudian. Karena pengakuan seseorang terhadap agama tertentu selalu didasari oleh keyakinan dan penerimaan atas kebenaran Tuhan agama yang dianutnya itu. Seseorang akan sangat sulit dapat menerima suatu agama apapun apabila ia tidak atau belum bisa menerima konsep ketuhanannya.
Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan nama Allah, sudah dikenal oleh bangsa Arab kuno. Nama “Allah” telah dikenal dan dipakai sebelum Al-Qur’an diwahyukan, kata itu tidak khusus hanya bagi Islam saja, melainkan ia juga merupakan nama yang oleh umat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja timur, digunakan untuk memanggil Tuhan.
Dalam pemahaman orang Indonesia yang beragama Islam dan Kristen (Katholik maupun Protestan), Tuhan biasa dipanggil dengan sebutan “Allah”. Kata ini berasal dari rumpun bahasa Arab, yaitu dari kata “al” (yang sama artinya dengan “the” dalam bahasa Inggris) dan kata “ilah” (Tuhan). Secara Harfiyah Allah berarti Tuhan Yang Satu. Kata Tuhan kemudian dimaknai sebagai Tuhan Yang Maha Esa, yang dengan baik menunjukkan kepercayaan monoteisme, yang percaya pada satu Tuhan. Umat Islam memegang teguh ungkapan itu. Bagi orang Kristen (Katholik maupun Protestan) istilah tersebut dapat diterima dengan baik, karena sesungguhnya orang Kristen mengakui adanya satu Tuhan. Hal yang sama terjadi juga dalam agama Hindu, walau ada banyak nama yang diberikan, namun nama-nama yang banyak itu lebih berkaitan dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh Yang Mutlak itu sendiri, yang kesemuanya tidak lain adalah Yang Maha Esa.
Demikianlah, agama-agama umumnya sepakat dengan keesaan Tuhan, oleh karena itu, penetapan sila ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sila pertama dalam dasar negara, yaitu Pancasila, dapat diterima oleh semua agama yang ada di Indonesia.
Akan tetapi, bila ditelusuri lebih jauh, terdapat perbedaan pemahaman yang sangat mendasar pada setiap agama tentang Tuhan Yang Maha Esa itu, esa dalam konsep agama Kristen atau Hindu belum tentu dikatakan esa dalam konsep agama Islam, begitu juga sebaliknya. Adanya perbedaan dasar mengenai konsep keesaan Tuhan dalam tiga agama ini dirasa penting untuk diketahui agar seseorang tidak terjerumus dalam kebimbangan sehingga menganggap semua agama adalah sama, dan berpindah agama bukanlah sesuatu yang luar biasa. Suatu keharusan bagi setiap orang yang beragama untuk mengetahui perbedaan-perbedaan itu supaya ia dapat menentukan sikap tentang konsep keesaan Tuhan manakah yang paling dapat diterima dari agama-agama tersebut.
Dari beberapa agama yang ada di Indonesia, makalah ini mencoba menjelaskan konsep keesaan Tuhan dalam tiga agama, yaitu: Kristen, Hindu dan Islam, serta mengungkap beberapa perbedaannya yang mendasar agar tidak muncul anggapan bahwa ketiga agama itu pada hakikatnya adalah sama.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu agama Kristen Katolik?
2. Bgaimana sitem kepercayaan agama katolik?
3. Aapa perpedaan antara Kristen katolik dan Kristen protestan?
4. Apa itu agama hindu?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kristen Katolik
Sesuai dengan petunjuk sejarah, Yesus Kristus adalah pembawa agama Kristen, ia lahir kurang lebih pada tahun ke – 4 SM, tetapi sebagian ada yang berpendapat antara tahun 7 – 5 SM. Yesus Kristus berasal dari Nazerat, ketika berumur kurang lebih 27 tahun , ia mulai mengajar di Galilea dan kemudian meluas di kalangan penduduk Palestina. Ia di percayai membawa kabar gembira tentang penebusan dosa di saming memperbuat banyak mukjizat. Untuk kelanjutan ajaran yang di bawanya ia mengangkat 12 orang rasul. Satu tahun sebelum ia meninggal dunia di kayu salib pada 7 April 30 M, ketika ia berusia lebih kurang 30 – 31 tahun, Yesus telah membentuk gereja di Yerussalem, yaitu ketika ia menunjuk Petrus, salah seorang muridnya yang dua belas, sebagai tempat ia mendirikan gereja. Dalam injil Matius di sebutkan “ Dan akupun berkata padamu : Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat – Ku dan alam maut tidak akan menguasainya “. Bahkan Yesus mengangkat Petrus sebagai kepala gereja yang tertinggi , sebagaimana di isyaratkan dalam Injil Yahya.
B. Sistem Kepercayaan Agama Katolik
1. Allah Papa
Allah Bapa adalah Pencipta langit dan bumi serta segala yang terdapat di dalamnya. Allah Bapa ada di dalam surga. Allah adalah maha kasih terhadap segala ciptaannya terutama keada manusia. Oleh karena itu Allah senantiasa menampakkan diri – Nya kepada manusia sebagaimana pernah di lakukan kepada nabi Musa.
2. Yesus Kristus sebagai Penebus
Dalam Kredo di sebutkan “ Dan akan Yesus Kristus putra – Nya yang tunggal , Tuhan kita “. Umat Kristiani pada umumnya yakin bahwa Yesus adalah Tuhan. ia adalah putra Allah yang di janjikan dalam perjanjian lama, tuhan yang maha kasih telah berjanji akan mengutus seorang penebus di dunia yang akan menebus dosa asal manusia serta segala akibatnya.
3. Roh Kudus
Roh Kudus keluar dari Allah Bapa dan Allah putra. Roh Kudus di utus oleh Yesus Kristus dari Bapa, kepada manusia, karena Yesus tidak menghendaki manusia sendirian. Roh Kudus turun kedunia, yaitu kepada para rasul dan murid – murid Yesus dan selanjutnya pada gereja pada hari Pentekosta, hari ke 50 sesudah Paskah atau pada hari ke 10 sesudah kenaikan Yesus ke surge.
C. Kristen Protestan
Nama Protestan berasal dari kata “ Protes “ yang di lancarkan oleh pangeran – pangeran Jerman yang mendukung gerakan Reformasi melawan keputusan mayoritas yang beragama Katolik Romawi, sewaktu sidang dewan kekaisaran ( Dewan Negara ) kedua di kota Spier ( 1529 ) karena melarang meluasnya Reformasi. Para raja atau pangeran Jerman tersebut pada umunya menjadi pengikut Injil atau raja – raja Luteran dan menentang tekanan yang kuat sekali dari penguasa yang beragama Roma Katolik. Dari Protes mereka dalam sidang di atas lahir lah nama kelompok “ Protestan “. Semula nama tersebut bernada negatif dan bersifat ejekan, tetapi lam – kelamaan di sambut positif sebagai nama kehormatan.
D. Sistem Kepercayaan Kristen Protestan
1. Kepercayaan tentang Tuhan
Allah adalah roh ( Yohanes ) artinya, Allah itu bukan makhluk dan Allah tidak di batasi oleh suatu tempat atau ruang waktu tertentu. Karena Allah adalah roh maka orang yang menyembahnya harus menyembah di dalam roh dan kebenaran. Maksudnya , ibadat lahiriah yang kelihatan itu tidak akan mempunyai arti apa – apa di hadapan Allah bila orang tersebut tidak berada dalam kebenaran, dan tidak ada seorang pun yang benar di hadapan Allah jika tidak menerima kebenaran Allah dalam Yesus.
2. Yesus Krestus
Menurut ajaran Kristen, bukti – bukti tentang keilahian dan kemanusiaan Yesus telah di sebutkan dalam Al kitab. Bukti – bukti keilahiannya misalnya adalah memiliki nama – nama ilahi, memiliki sifat – sifat Allah dan mengerjakan hal – hal yang hanya dapat di lakukan oleh Allah, seperti pencipta, mengampuni dosa dan membangkitkan orang mati. Bukti kemanusiaannya antar lain adalah memiliki tubuh manusia, memiliki sifat – sifat manusia, di perlakukan sebagai manusia dan memiliki nama – nama manusia. Tetapi sebagai sungguh – sungguh manusia Yesus tidak berdosa.
3. Al Kitab
1) Perjanjian Lama
Perjanjian lama ini di buat dengan Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Musa dengan bangsa Ismail dan Daud. Bagian perjanjian lama sendiri sebenarnya merupakan kitab suci agama Yahudi yang memuat cerita – cerita tentang nabi – nabi agama Yahudi. Hampir semua bagian dalam perjanjian lama di tulis dalam bahasa Ibrani.
2) Perjanjian Baru
Perjanjian baru di tulis oleh orang – orang Kristen yang pertama, perjanjian itu di perbarui lagi antara perjanjian antar Allah dengan seluruh umat manusia melalui Yesus. Perjanjian baru di tulis dalam bahasa daerah Yunani dengan dengan sejumlah kata – kata bahasa Aram ( bahasa di daerah Israel pada masa itu ) , walaupun Yesus sendiri yang berbangsa Yahudi di yakini sehari – hari berbicara dalam bahasa Aram.
E. Perbedaan antara agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan
Walaupun sama – sama dari agama Kristen , tetapi mereka memiliki banyak perbedaan, di antaranya :
1. Agama Kristen Katolik mengakui adanya Paus, sedangkan Kristen protestan tidak.
- Paus adalah pemimpin tertinggi umat Katolik , Paus bertahta di Vatikan , Roma. Paus pertama adalah St. Petrus, pemimpin ke 12 dari murid Yesus.
- Agama Katolik membuat tanda salib ketika mau makan dan saat melakukan peribadatan, sedangkan agama Protestan hanya berdoa biasa saja.
- Tanda salib di buat dengan cara tangan telunjuk kanan menyentuh dahi, dada, bahu kiri dan bahu kanan secara berurutan.
- Agama Katolik dan Protestan memiliki kitab suci yang sama yaitu Al Kitab, hanya saja terletak perbedaan pada kalau Al Kitab Katolik lebih tebal dari pada Protestan, karena di dalam kitab Katolik ada tambahan 12 kitab yang di namakanDeutero – Kanonika , kitab – kitab tersebut tidak di akui oleh Protestan , karena Protestan tidak mempercayai adanya “ api penyucian “ atau “ purgatory “ ( wilayah antara surga dan neraka ) yang di percayai oleh orang – orang Katolik dan doktrin itupun hanya ada di dalam kitab Deutero – Kanonika.
F. Pengertian Agama Hindu
Agama Hindu timbul dari dua arus utama yang membentuknya, yaitu agama ( bangsa ) Dravida dan agama ( bangsa ) Aria. Dalam perkembangannya di India lalu ada usaha – usaha yang mempesonakan untuk memasukkan berbagai macam kepercayaan yang ada, filsafatnya, dan praktek – praktek keagamaannya dalam suatu sistem yang sekarang di sebut dengan agama Hindu. Memang di akui bahwa perwujudan semangat Hindu yang menyolok adalah semangat sintesi dan kompromis. Agama tersebut menyerap ide – ide, penalaran dan amalan kedewasaan Siwa , Dewi Ibu, pemujaan patung , Pertapaan, ajaran penjelmaan kembali dan sebagainya.
G. Sejarah Perkembangan Agama Hindu
Secara garis besar perkembangan agama Hindu dapat di bedakan menjadi tiga tahap. Tahapan pertama sering di sebut dengan zaman Weda, yang di mulai dengan masuknya bangsa Arya di Punjab hingga munculnya agama Budha. Pada masa ini di kenal adanya tiga periode agama yang di sebut dengan tiga agama Panting ( tiga agama besar ). Ketiga periode ini adalah periode ketika bangsa Arya masih berada di daerah Punjab ( 1500 – 1000 SM ). Agama dalam periode pertama lebih di kenal sebagai agama Weda kuno atau agama Weda samhita. Periode kedua di tandai oleh munculnya agama Brahmana di mana para pendeta sangat berkuasa dan terjadi banyak sekali perubahan dalam hidup keagamaan ( 1000 – 750 SM ). Perubahan tersebut lebih bersifat dari dalam agama Weda sendiri di bandingkan perubahan karena penyesuaian agama Weda dengan kepercayaan – kepercayaan yang berasal dari luar. Agama Weda pada periode kedua ini lebih di kenal dengan nama Brahmana. Periode ketiga di tandai dengan munculnya pemikiran – pemikiran kefilsafatan ketika bangsa Arya menjadi pusat peradaban di sekitar sungai Gangga ( 750 – 500 SM ). Agama Weda periode ini di kenal dengan agama Upanishad.
H. Sumber Pokok Ajaran Agama Hindu
Resi , yaitu orang – orang yang melihat dan tahu akan kebenaran, juga merupakan orang yang telah mendengar pengetahuan tentang kebenaran, lalu di jadikan teks – teks.
Seorang Resi ini membutuhkan ketenangan, perenungan dan pandangan yang mendalam dan mendasar , dengan mengalihkan kekuatan – kekuatan batin dan tenggelam dalam pengahayatan untuk melakukan perenungan tentang suatu tafsiran, tafsiran tersebut bagi umat Hindu di sebut juga Darsana.
Acarya ( guru ) , yaitu para tokoh penafsir secara rinci dalam bidang Mazhab filsafat Darsana tadi.
Arya , yaitu para Resi dan para pengikutnya atau biasanya sering di sebut dengan orang yang sangat disiplin.
I. Tiga Agama Penting dalam Hindu
1. Agama Weda
Kehidupan keagamaan umat Hindu di dasarkan pada naskah suci yang di sebut Weda Samhita, yang mereka yakini sebagai ciptaan Brahma. Hanya para Resi saja yang mampu menerima isi Weda tersebut. Isi Weda pada mulanya berbentuk mantra – mantra , kemudian di susun dalam bentuk puji – pujian
2. Agama Brahmana
Dalam agama Brahmana terlihat adanya beberapa perkembangan bentuk maupun isi dari agama semula. Mungkin hal ini tidak terlepas dari perjalanan masa ketika orang Arya India sampai ke luar daerah Punjab dan memasuki lembah sungai Gangga dan Yamuna.
3. Agama Upanishad
Agama Upanishad menentang ajaran – ajaran agama Brahmana , terutama mengenai ajaran korban. Agama ini di dasarkan pada kitab Upanishad , yang merupakan kitab Weda yang paling muda usianya. Jumlahnya sangat banyak , dan ada yang merupakan tambahan bagi kitab – kitab Aranyaka. Isinya merupakan pemikiran falsafi yang berkisar seputar arti dan tujuan hidup dan masalah yang berkaitan dengan hakikat manusia dan alam semesta. Dari sini muncul beberapa konsep ajaran pokok agama Hindu, seperti konsep Brahman dan Atman
BAB II
PENUTUP
Kesimpulan
Usaha penyatuan agama maupun agama atau yang lebih akrab disebut dengan sinkretisme dengan dalih mendamaikan antar umat beragama, menghilangkan kesenjangan, bertoleransi, meniadakan peperangan hingga meleburkan kepercayaan satu dengan yang lain adalah paham yang batil. Paham tersebut sama saja dengan istilah ‘pluralisme agama’ atau ‘teologi pluralis’ yang diserukan Yahudi untuk menghancurleburkan Islam dan memurtadkan pemeluknya. Yang akibatnya, aqidah Islamiyah tergadaikan, digantikan sesuatu yang bersifat omong kosong.
Dalam masyarakat Jawa, penerapan sinkretisme berupa penyatuan aliran kebatinan, tradisi Jawa, dan Islam itu sendiri sehingga kerap kali ajaran Islam yang kalah karena keawaman masyarakat Jawa memahami Islam sekaligus kefanatikan mereka terhadap tradisi yang diajarkan nenek moyang. Akhirnya, Islam sunni, atau yang berdasarkan pada sunnah wa - l- jama’ah digantikan oleh apa yang dikenal sebagai Islam Kejawen.
Daftar Pustaka
Aminan, Wiwin Siti. 2005. Sejarah,Teologi, dan Etika Agama-Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Gea, Antonius Atoshokhi, et. al. 2006. Relasi dengan Tuhan. PT Elex Media Komputindo.
Hadiwijono, Harun. 2007. Iman Kristen. Jakarta: Gunung Mulia.
Herlianto. 2005. Siapakah Yang bernama Allah Itu? Jakarta: Gunung Mulia.
Keene, Michael. 2006. Kristianitas. Jogyakarta: Kanisius.
Mavinkurve, et. al. 1998. Ilmu Pengetahuan dan Spriritual. Terjemahan I Wayan Maswinara. Surabaya: Penerbit Paramita.
Komentar