Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Makalah Tentang Jinayah

BAB I PENDAHULUAN A.      Latar Balakang Jianayah atau lengkapnya Fiqh Jinayah merupakan satu bagian dari bahsan fiqh. kalau fiqh adalah ketentuan yang berdasarkan wahyu Allah dan bersifat amaliah (operasional) yang mengatur kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Allah dan sesama manusia, maka fiqh jinayah secara khusus mengatur tentang pencegahan tindak kejahatan yang dilakukan manusia dan sanksi hukuman yang berkenan dengan kejahatan itu. Tujuan umum dari ketentuan yang di tetapkan Allah itu adalah mendatangkan kemaslahatan untuk manusia, baik mewujudkan keuntungan dan menfaat bagi manusia, maupun menghindarkan kerusakan dan kemudaratan dari manusia. Dalam hubungan ini Allah menghendaki terlepasnya manusia dari segala bentuk kerusakan. Hal ini di penjelas oleh hadist Nabi yang mengatkan “Tidak boleh terjadi kerusakan terhadap manusia dan tidak boleh manusia melakukan perusakan terhadap orang lain”. Segala bntuk tindakan perusakan terhadap orang...

Karakteristik Ajaran Islam

    Selama ini mungkin kita sudah mengenal Islam, tapi banyak diantara kita yang belum memahami Islam itu sendiri. Namun, banyak juga orang yang telah mengenal Islam, tetapi sejauh mana sudah memahami potret Islam. Ini adalah salah satu persoalan yang perlu kita diskusikan lebih lanjut.  Dengan demikian Islam itu mempunyai karakteristik yang sangat luas dan  tidak bisa memisah-memisahkan dengan yang lainnya. Para ilmuan muslim juga mempergunakan berbagai pendekatan, untuk mengetahui dan memahami karakteristik ajaran Islam. Dan tidak untuk mencoba memperdebatkan antara satu dan dengan yang lainnya. Melainkan lebih mencari sisi-sisi persamaan untuk permaslahatan umat umumnya untuk keperluan studi khususnya. Dari berbagai sumber tentang Islam yang di tulis para tokoh, dapat diketahui bahwa Islam memiliki karakteristik yang khas yang dapat dikenali melalui konsepsinya dalam berbagai bidang. Konsepsi Islam dalam berbagai bidang yang menjadi karakteristik i...

EPISTEMOLOGI ISLAM DI TENGAH KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

PENDAHULUAN Sebelum kita lebih lanjut berbicara tentang epistimologi Islam ditengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada baiknya kita membicarakan epitimologi ilmu pengetahuan terlebih dahulu, karena kita tidak dapat menghindari dari ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman sekarang ini. Itu sebabnya ilmu pengetahuan itu cabang dari epistimologi itu sendiri. Maka kita perlu melihat,  bahwa ilmu pengetahun dan teknologi pada sekarang ini, sangatlah diperlukan. Jika kita ketinggalan dengan globalisasi dunia maka kita dianggap kurang menguasai ilmu pengetahuan. Dengan seiring berkembangan zaman maka kita selaku umat Islam harus menyesuaikan dengan berbagai tantang yang kita hadapi sekarang ini. Dengan adanya kesadaran menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka Islam akan maju sesuai apa yang kita inginkan selama ini. Maka sesuai dengan perkembangan globalisasi, kita harus menyesuaikan kondisi tersebut. Jika bertentangan dengan ajaran kita, maka ...

Perbedaan Filsafat Antara Al-Ghazali & Ibnu Rusyd

1. Al-Ghazali 1.  Riwayat Hidup Nama lengkap Abu Hamid ibnu Muhammad ibnu Ahmad Al-Ghazali, digelar  Hujjah al-Islam. Ia lahir di Thus, bagian dari kota Khurasan, Iran pada 450 H (1056 M).Al-Ghazali dan Saudaranya, Ahmad ketika itu masih kecil, dititipkan kepada seorang ahli tasawuf untuk mendapatkan didikan dan bimbingan. Diperkirakan Al-Ghazalai, hidup dalam suasana kesederhanaan sufi tersebut sampai usia 15 tahun (450-465). Pada masa kecilnya ia mempelajari ilmu fiqh di negerinya sendiri pada Syekh Ahmad bin Muhammad Ar-Rasikani, kemudian belajar kepada Imam Abi Nasar Al-Ismaili di negeri Jurjan. Setelah itu ia berangkat ke Nishabur dan belajar pada Imam Al-Haromain. Disinilah Al-Ghazali terlihat kecerdasannya yang cemerlang, deng kecerdasannya itulah Imam Al-Haromain mengatakan bahwa Al-Ghazali itu adalah “ lautan tak bertepi”. Setelah Al-Haromain wafat, Al-Ghazali pergi ke Al-Ashar untuk berkunjung kepada Menteri Nizam al-Muluk  dari pemerintah dina...

Makalah Agama, Akal dan Mitos

BAB I PENDAHULUAN            A.      Latar Belakang Manusia adalah makhluk Tuhan yang diberi potensi akal dan hati. Manusia pun diberi oleh Allah beberapa pengetahuan (Ar-Rahman: 3). Dalam sejarah pun dicatat perkembangan pengetahuan manusia mulai dari filsafat sampai pada ilmu pengetahuan. Pada zaman Yunani Kuno yang ditandai dengan perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris. Manusia tidak lagi berpikir mitos terhadap gejala alam, tetapi mulai berpikir itu sebagai kausalitas. Sehingga, manusia pada waktu itu tidak pasif, melainkan proaktif dankreatif, sehingga alam dijadikan objek penelitian dan pengkajian. Pengetahuan manusia pun berkembang dari masa ke masa. Mulai dari masa Yunani Kuno (700 SM), masa Islam klasik, masa kejayaan Islam, masa Renaisans (abad ke 15-16), masa modern (abad 17-19), dan zaman kontemporer (abad ke 20). Zaman kontemporer ditandai dengan perkembangan ilmu dan teknologi tinggi, s...

Makalah Filsafat Agama

 MODEL PEMIKIRAN KETUHANAN MISTIK KRISTEN  KATOLIK / PROTESTAN DAN HINDU Disusun Oleh: ALI HANAFIA NIM: 311102998 JURUSAN AQIDAH DAN FILSAFAT FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY DARUSSALAM-BANDA ACEH 2013 BAB I PENDAHULUAN       A.      Latar Belakang Pembahasan tentang konsep ketuhanan merupakan pembahasan pokok dan inti dalam setiap agama, sedangkan persoalan-persoalan lain dibicarakan kemudian. Karena pengakuan seseorang terhadap agama tertentu selalu didasari oleh keyakinan dan penerimaan atas kebenaran Tuhan agama yang dianutnya itu. Seseorang akan sangat sulit dapat menerima suatu agama apapun apabila ia tidak atau belum bisa menerima konsep ketuhanannya.

Makalah Filsafat Sosial Ibnu Taimiyah

KATA PENGANTAR   Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala, yang dengan izinnya penulis telah dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Pemikiran Sosial Ibnu Taimiyah . Selawat dan salam kami sanjung sajikan ke pangkuan Rasulullah SAW yang telah mengajarkan arti tauhid sehingga bisa kita fahami dan hayati dalam kehidupan. Makalah ini kami susun berdasarkan pada tugas yang diberikan oleh dosen pengasuh mata kuliah Filsafat Sasial. Adapun bahasan yang tersaji dalam makalah ini merupakan hasil pemahaman penulis terhadap tulisan-tulisan para ahli melalui sumber tertulis atau kajian perpustakaan.             Meskipun telah berusaha semaksimal mungkin, namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik pembaca sangat penulis harapkan demi perbaikan karya penulis pada masa yang akan datang. Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat menja...